Hari Pertama Sekolah

Antar anak memasuki hari pertamanya ke sekolah. Para orang tua murid kelas satu ternyata banyak juga yang mengantar dan melihat proses belajar perdana itu. Kudengarlah sesama orang tua berbincang tentang usia anak mereka. Ada aroma bangga tercium merebak diantara percakapan ketika menyebut usia anaknya.
“Anakku, lima tahun tiga bulan.”
“Anakku, lima tahun delapan bulan.”
“Anakku, masuk TK dua tahun.”

Mental Kita

Pengendara : Pak, kenapa portal ini gak dibuka? Liat tuh jalan utama macet parah. Kan lumayan kalau portal ini dibuka, pengendara sebagian  bisa lewat sini. Banyak anak sekolah dan orang kantoran yang mengejar waktu setiap pagi gini.
Warga : Justru itu, Pak. Kalau kami buka nanti semua pada lewat sini. Kotor dan bising. Ini kan wilayah perumahan kami. Nanti kalau udah lewat jam 9 baru kami buka. Jalanan udah sepi.
Pengendara : ??@#% Pak, jalan depan rumah bapak ini emang siapa yang bangun? Nenek moyang lu???!!
Warga : Enggak, Pak. Pemerintah…

Passion Bekerja

Seorang motivator bertanya, “Apakah Anda telah menemukan passion Anda dalam pekerjaan yg sekarang?”

Saya tertunduk, memejamkan mata dan pura-pura tidak mengerti sambil mengetuk-ngetuk paha dengan jemari…

Puja dan Benci

Tak perlu terlalu memuja seseorang karena dia bukan malaikat.

Jangan pula terlalu membenci, sebab dia belum tentu setan.

Satu hal yang pasti: kebencian itu berasal dari setan…

Hitup Si Putih

Alkisah seorang anggota sebuah kelompok suku putih hidup di sebuah kerajaan yang sangat luas yang mahluk hidupnya terdiri dari beberapa kelompok suku warna. Setiap kelompok memiliki pemimpin dan aturan tersendiri. Sehingga selayaknyalah setiap anggota mengikuti pemimpinnya dan hidup sesuai aturan yang telah dijalankan secara turun-temurun.

Continue reading “Hitup Si Putih”

Jalan Hidup Kita

Setiap orang menjalani hidupnya dengan cara yang berbeda-beda.

Sebagian mengejar impiannya, sebagian menjalani kenyataan hidupnya.

Ketika semua mencapai akhir perjalanan, yang tinggal hanyalah kepuasan jiwa atau penyesalan hati.

Tubuh sudah lemah, kesempatan sudah habis, semua telah berlalu.

Dipublikasi: 16 Oktober 2016

Anakku Sayang

Anakku sayang…

Alangkah malang nasibmu. Bukan salahmu dan bukan dosamu. Kau terlahir dalam kesucian dan kemurnian. Lugu dan polos. Lucu dan tulus. Namun kau hirup udara bumi yang tercemar, kau minum susu ibu yang terpapar. Kau cintai ibu dan bapamu, meski mereka tak mengenalmu. Kau belajar bangkit berdiri, kau mencoba kata demi kata. Dunia kanak-kanakmu penuh ceria, bermain kesana-kemari. Tertawa tergelak. Tak kenal takut dan tak kenal kalut. Ah, betapa indahnya masa kecilmu…

Continue reading “Anakku Sayang”