Tanggapan Atas Kajian Alat Transportasi Kota Medan

Lebih dari sepuluh tahun lalu Badan Perencanaan Pembangunan Kota Medan telah memasukkan Mass Rapid Transport (MRT) dalam rencana jangka panjang pembangunan Kota Medan sebagai kota metropolitan. Dalam rentang waktu tersebut, Badan Penanaman Modal Kota Medan juga kerap mempromosikannya pada kegiatan-kegiatan pameran investasi yang diikuti.

Transportasi massal memang harus dioperasikan untuk mengurangi kemacetan di dalam kota. Yang menjadi permasalahan mungkin menentukan sistem transportasinya, apakah kereta bawah tanah (subway), kereta layang (monorail), atau jalur bis khusus seperti Trans Jakarta (busway). Sistem busway sendiri merupakan pilihan paling ekonomis, meskipun demikian dalam beberapa kali diskusi dan kajian disebutkan bahwa sulit untuk membagi ruas jalan di Kota Medan untuk khusus dilalui BRT (Bus Rapid Transport) mengingat lebar jalanan secara umum di Kota Medan.

BPM Kota Medan sendiri beberapa tahun lalu pernah menampilkan bis mengangkang dalam promosi investasi sebagai alternatif solusi transportasi massal. Bis yang idenya muncul di RRT ini mirip bis bertingkat, namun bagian bawahnya kosong sehingga bisa dilewati dan melewati kendaraan pribadi yang berjalan pada saat bersamaan. Hanya perlu dibuatkan rel, yang pada saat tidak digunakan bisa secara bebas dilalui oleh kendaraan lain.

Permasalahan transportasi ini memang kompleks. Selain pengadaan dan pengoperasian MRT, regulasi perparkiran dan angkutan kota berdimensi kecil sangat mempengaruhi keberhasilan MRT itu sendiri untuk menurunkan kemacetan. Sudah saatnya Kota Medan mulai menggunakan gedung-gedung khusus parkir untuk mengurangi parkir kendaraan di badan jalan yang semakin menghambat arus lalu lintas.

Praktek seperti ini sudah lazim dilaksanakan negara-negara maju. Selain berdampak pada penurunan minat membawa kendaraan pribadi karena perhitungan biaya dan repotnya memarkirkan mobil, kebijakan ini juga mendorong olah raga ringan warga kota karena harus berjalan kaki setiap hari meski hanya dalam jarak pendek.

Investasi gedung parkir seperti ini pun nantinya bisa menggantikan investasi rumah pertokoan yang selama ini ramai dilakukan pemilik modal sehingga melahirkan istilah sindiran, Medan hutan ruko.

Dipulikasi pada 26 Agustus 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *